Sabtu, 13 Juni 2009

Siapa Tidak Butuh PR?

Tidak satu pun individu, kelompok atau organisasi di dunia ini bisa hidup mandiri. Kita pasti memerlukan suatu jalinan hubungan yang baik dengan individu, kelompok atau organisasi lain agar bisa memenuhi beragam kebutuhan kita.

Masalahnya dalam jalinan hubungan ini kita sering dihadapkan pada persoalan KETIDAKTAHUAN, KETIDAKPEDULIAN, KECURIGAAN dan bahkan kadang juga PERMUSUHAN satu sama lain, sehingga dibutuhkan suatu kiat agar kita bisa membina hubungan baik yang didasari sikap saling memahami, saling peduli, saling percaya dan saling menerima dengan semua pihak yang langsung maupun tidak langsung bisa mempengaruhi eksistensi dan keberhasilan segala kegiatan yang sudah maupun akan kita lakukan. Perusahaan anda tentu juga merupakan sebuah organisasi yang membutuhkan kiat yang lazim disebut dengan istilah Public Relations (PR) ini.

Fungsi untuk melaksanakan kiat ini perlu ditangani dengan baik mengingat eksistensi dan keberhasilan perusahaan anda amat bergantung pada seberapa besar tingkat pemahaman, kepedulian, penerimaan dan dukungan dari "pihak-pihak" tersebut -- yang dalam dunia PR biasa disebut dengan istilah publik atau stakeholder. Mereka akan mau memahami, peduli, menerima dan mendukung perusahaan anda hanya jika kepentingan mereka sendiri bisa terpenuhi melalui jalinan hubungan mereka dengan perusahaan anda. Ini berarti bahwa hubungan dengan mereka harus didasari oleh suatu niat baik (good will) yang tidak hanya dimaksudkan untuk memenuhi kepentingan perusahaan anda secara sepihak namun juga kepentingan mereka di lain pihak sesuai prinsip simbiosa mutualisma.

Yang dimaksud publik atau stakeholder di sini bukan hanya meliputi masyarakat luas pada umumnya, namun juga mereka yang berada di dalam maupun luar lingkungan perusahaan seperti jajaran manajemen, pemegang saham, staf / karyawan dan keluarga mereka, kalangan pejabat pemerintahan yang terkait dengan bisnis perusahaan, para supplier, para distributor, warga sekitar wilayah operasi perusahaan, kalangan perbankan, asosiasi yang terkait bisnis perusahaan, kalangan media massa, para pesaing, dan sebagainya -- yang masing-masing memiliki karakter dan kepentingan sendiri-sendiri sehingga media yang digunakan untuk berhubungan dengan mereka pun berbeda satu sama lain. Ini perlu dipahami mengingat masih banyak mispersepsi tentang PR yang selalu diidentikkan dengan kegiatan pemberitaan atau media ekspose (publisitas) melalui jalinan hubungan dengan kalangan media massa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar